Senin, 07 November 2011

PIDATO


  السلام عليكم ورحمة الله تعا لى وبركا ته
بسم الله الرحم الرحيم الحمد لله رب العا لمين والصلاة والسلام علي اشرف الانبىاء والمرسلين سيدنا محمد وعلي اله وصحبه اجمعين اما بعد . حضرة المكرمين والمحترمين فارا عالم علماء يغ كامي طاعتى دان كامى تعظيمي.
Segenap jajaran pengurus pesantren dan jajaran pengurus wilayah yang kami takdhimi. Tak lupa pula para sahabat-sahabat santri yang saya cinta sayangi. Pada kesempatan yang sangat berbahagia ini marilah kita sejenak merenungkan kembali peristiwa hijroh junjungan kita Nabi Agung Muhammad Rasulillah SAW dari Makkah ke Yatsrib/Madinah. di mana Rasulillah Hijroh itu, bukan kemauan sendiri, melainkan karena perintah Allah SWT. Dan Hijroh beliaupun bukan karena mengejar harta, tahta dan wanita, melainkan karena dalam beribadah merasa tidak aman dan penyebaran Agama Islam sudah tidak memungkinkan. Beda dengan kita, kalau kita hijroh terkadang karena terhimpit ekonomi atau karena mengejar si montok dan si Bahenol pujaan hati. Bahkan lebih gila lagi, terkadang bukan sekedar pindah tempat tinggal, melainkan hijroh Agama. Naudzu Billah Min Dzalik. Hadirin Rahimakumullah. kalau kita hijroh ke suatu tempat lii’lai kalimaatillah, jangan khawatir kita tidak makan, jangan khawatir kita tidak mendapatkan kehidupan yang layak. yang penting kita sembah Allah jangan sembah yang lainnya. Soal rizki Allah yang jamin. Coba kita ingat kembali firman Allah dalam Alqur’an:
بسم الله الرحمن الرحيم يا عبادي الذين امنوا ان ارضي واسعة فاياي فاعبدون
Artinya:
Wahai hamba-hambaku yang beriman sesungguhnya bumi aku itu luas maka kepadakulah kamu harus menyembah.
Hadirin Rahimakumullah. Di dalam ayat ini terdapat kalimat Inna ardli waasi’ah. Kita tahu bahwa Bumi itu tidak sedikit mengandung kekayaan mulai dari sumber minyak, tambang emas dan perak, pun juga tempat kita bercocok tanam. untuk mendapatkan rizki tergantung bagaimana kita mengorek dan memanfaatkannya. Yang penting kita takut kepada Allah, sujud kepada Allah, soal rizki Allah yang menjamin. Tidak bakalan kita ke laparan, tidak bakalan kita kekurangan. Allah berfirman dalam Alqur’an :
 ولو ان اهل القرى امنوا واتقوا لفتحنا عليهم بركات من السماء والارض

Artinya:
Seandainya penduduk negeri /penduduk kota semua iman kepada Allah dan takut kepada-nya maka sungguh akan aku buka berkah dari langit dan bumi.
Hadirin rahimakumullah. kalau sudah Allah yang berjanji demikian, maka sudah bisa di pastikan kebenarannya. Beda dengan kita. Kalau kita berjanji banyak melesetnya. Apalagi kalau sudah berkaitan dengan politik. pada saat kampanye banyak mengobral janji, tetapi pada saat dirinya sudah di atas kursi yang empuk, banyak yang lupa janji, yang di ingat bagaimana caranya menambah istri. be-tul...?. Bagitulah kita manusia, kadang-kadang jika di timpa kesengsaraan, kita sadar dan kita ingat kepada Allah, bernadzar beranika macam kepada Allah, giliran sukses, lupa kepada Allah, lupa kepada nadzar yang pernah di ucapkannya. Bagitu di cabut nikmat Allah yang pernah di berikan, barulah datang penyesalan dan sadar dengan apa yang pernah di ucap-kan. terlambat  buuuung. penyesalan sudah tak adat guna. Semuga kita menjadi orang yang selalu sujud kepada Allah, mau berjuang lii’lai kalimatillah, dan pandai mensyukuri nikmat yang telah di anugerahkan Allah kepada kita, sehingga kita dapat ridha dan surganya. Amin. Demikian apa yang dapat saya sampaikan, kurang dan lebihnya mohon di maafkan .
 هدانا الله واياكم الى اقوم الطريق ثم السلام عليكم ورحمة الله تعالى وبركاته


Tidak ada komentar:

Posting Komentar