Kamis, 05 Januari 2012

pidato tentang ilmu dan agama

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله وحده لاشريك له وان سيدنا محمد عبده ورسوله.اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا المصطفى محمد وعلى اله واصحبه اجمعين.(امابعد)
     Yang kami mulyakan, para alim ulama wa bil khusus Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid. Yang kami hormati, jajaran Pengurus Pesantren serta Asatidz Wilayah Sunan Gunung Jati (A).  Dan tak lupa pula sahabat-sahabat santri yang senasib seperjuangan yang sama-sama di mulyakan Allah.
Tidak ada kata-kata yang patut saya sampaikan selain ucapan puja dan puji syukur ke hadirat Allah SWT, yang telah memberi rahmat dan hidayah-Nya, sehingga pada kesempatan kali ini, kita masih bisa bertatap muka di tempat yang penuh barokah.
            Kedua kalinya sholawat beserta salam semoga ditetapkan dan dicurahkan keharibaan junjungan Nabi Muhammad SAW, juga keluarganya para sahabat dan seluruh pengikutnya.
            Jika kita simak dilingkungan kita, masih banyak hal-hal yang membutuhkan perhatian dan kepedulian kita entah itu mengenai kebersihannya, keindahannnya, ketertibannya, keamanannya, dan lain sebagainya. Menciptakan lingkungan yang baik bukanlah menjadi tanggung jawab saya, tanggung jawab saudara, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama. Betul ......, lingkungan yang baik tentu akan lebih terasa nyaman, aman, tentram dan membahagiakan. Lingkungan yang baik bukanlah sekedar enak dipandang  mata karena bersih, indah dan rapi, tetapi lebih dari itu, lingkungan yang baik berarti juga baik mental, spiritual, akhlaq dan kepribadian dimana lingkungan masyarakat itu berada, betul ..... yang muda menghargai yang tua, yang tua menyayangi yang muda, yang kuat membantu yang lemah, yang kaya menolong yang miskin,
            Lingkungan yang baik adalah lingkungan yang bebas dari kemiskinan baik itu miskin harta, miskin ilmu, maupun miskin agama. Bukankah miskin harta kerap sekali menjadikan kita gelap mata dengan menghalalkan berbagai macam cara asal tujuan tercapai. Rasulullah bersabda dalam sebuah haditsnya :

كاد الفكر ان يكون  كفرا. واعوذبك من الكفر والفقر

Artinya “kefakiran itu dapat mendekati kepada kekafiran dan aku berlindung kepada-Mu (ya Allah) dari bahaya kekufuran dan kemelaratan itu”.
Islam itu menganjurkan kita supaya bekerja keras supaya mencapai taraf kehidupan yang layak di tengah masyarakat guna dapat membendung dan menyelamatkan aqidah, akhlaq dan prilaku perbuatan kita dari kekufuran. Itu yang pertama, yang kedua, miskin ilmu. Miskin ini tidak kalah rawannya dengan miskin harta, kalau miskin harta secara langsung dirasakan dampaknya, sehingga secara langsung juga yang bersangkutan dapat mengatasinya, tetapi miskin ilmu ini berbeda saudara, kenapa? Karena dampaknya tidak langsung, maka banyak orang yang tidak merasa terpanggil untuk menuntutnya, coba kita lihat anak dan pemuda kita, enggan dan malas untuk menuntut ilmu, enggan belajar dan enggan berdiskusi tentang ilmu, padahal dengan menuntut ilmu itu, akan menjadi luas wawasan dan pengetahuannya akan bertambah pengalaman dan kedewasaannya dan dengannya akan terdidik dan terlatih kepribadian akhlaq dan prilaku perbuatannya. Seiring dengan perubahan dan kemajuan zaman, maka kita dituntut melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi sebagai bekal untuk hari esok yang lebih baik dan bermanfaat, baik di dunia dan di akhirat sebagaimana diterangkan dalam hadits Nabi :

من اراد الدنيا فعليه بالعلم ومن ارادالاخرة فعليه بالعلم ومن ارادهما فعليه بالعلم

Artinya “Siapa yang ingin urusan dunianya sukses maka harus dengan ilmu, siapa yang ingin urusan akhiratnya sukses, maka harus dengan ilmu, dan barang siapa yang ingin keduanya sukses, maka harus dengan ilmu”.
Oleh karenanya, ilmu merupakan pelita/cahaya yang akan menerangi perjalanan hidup manusia.
Adapun miskin yang ketiga adalah miskinagama, ini sering  kita abaikan, memang ilmu telah memberi banyak kemungkinan untuk mensejahterakan dan memberi kemudahan pada manusia, namun itu saja belum cukup saudara, kita masih butuh Agama sebagai pegangan dan arah hidup ini menjadi lebih bermakna dengan menyadari untuk apa kita hidup dan kemana kita setelah hidup di dunia ini. orang mengatakan : Ilmu laksana pelita yang akan menerangi perjalanan kita, sedangkan agama laksana rute perjalanan yag memberi petunjuk kemana arah perjalanan kita hendak menuju. Sebagaimana dalam surat Al-Fatehah telah dijelaskan.

اهدناالصراط المستقيم.صراط الذين انعمت عليهم غيرالمعضوب عليهم ولاالضالين

Artinya :”Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus yaitu jalannya orang-orang yang telah Engkau karuniakan mereka nikmat, bukan mereka yang dimurkai dan bukan pula orang-orang yang sesat”.
Kiranya kami cukupkan dulu pidato ini, semoga kita mendapat pertolongan dari Allah sehingga kita dapat melepaskan diri dari kemiskinan atau kefakiran tersebut. Akhirnya, saya ucapkan terima kasih atas segala perhatian, mohon maaf atas segala kekurangan.

بالله التوفيق والهداية والرضى والعناية. والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

                     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar